Aiptu Baik Sinulingga Korban Penembakan Polsek Hamparan Perak
MYCULTURED
Almarhum Aiptu Baik Sinulingga, satu di antara tiga petugas yang menjadi korban penyerangan oleh sekelompok pengendara motor, Rabu, (22/09/2010), dini hari lalu, di Mapolsek Hamparan Perak, Deli Serdang, Sumatera Utara, punya harapan. Setelah pensiun nanti, ia ingin tinggal di kampungnya, Desa Durian Lingga, Simpang Namutating, Binjai.“Setelah pensiun nanti, katanya, dia mau tinggal di kampung. Dia mau pelihara ternak,” kata Tabita Ginting, (42), istri Baik Sinulingga, Kamis, (23/09/2010), usai pemakaman suaminya. Dari ungkapan itulah, Tabita menyimpulkan, suaminya pasti ingin di makamkan di Simpang Namutating, kampung kelahirannya.
Baik Sinulingga akhirnya dimakamkan di tanah kelahirannya, persis seperti yang ia ungkapkan kepada sang istri. Meski tak lagi bisa memelihara ternak, almarhum kini bisa beristirahat dengan tenang di bumi tempat ia dilahirkan.
Pemakaman itu berlangsung pukul 17.00 WIB. Selain keluarga, pemakaman juga dihadiri oleh Wakapolda Sumatera Utara, Brigjen Pol Syafruddin, dan jajaran Polres Pelabuhan Belawan. Sebagai tanda penghormatan terakhir, petugas melepaskan tembakan salvo sebanyak satu kali.
Tabita masih tampak syok setelah kepergian suaminya yang begitu mendadak. Bahkan, saat beranjak pulang dari sebuah jambur di Simpang Namutating, ia nyaris ambruk. Beberapa sanak keluarga yang berada di sampingnya langsung membopongnya ke arah kendaraan roda empat yang akan ditumpanginya menuju rumahnya di Tanjung Kusta, Hamparan Perak.
Sebelum peristiwa berdarah itu, kata Tabita, sempat ada kebaktian rutin di rumahnya. Suaminya pun menyempatkan diri untuk menghadirinya walau hanya sejenak. Namun, di tengah kebaktian, suaminya harus berangkat karena mendapat tugas giliran piket di Polsek Hamparan Perak. Dalam kebaktian itu, suaminya berdoa.
“Aku dengar doanya. Lindungilah aku dalam pekerjaanku. Apa yang aku kerjakan semoga berguna buat orang dan membawa damai. Begitu katanya. Aku sangat bangga punya suami seperti dia. Dia bekerja untuk bangsa dan negaranya,” kata Tabita terisak.
Karena itu, ia mengharapkan setelah kepergian suaminya itu, pemerintah tetap memberi perhatian kepada keluarganya. Terutama putra semata wayangnya Ardiles Sinulingga yang berusia 17 tahun itu. Sejak kecil, suaminya kepengin Ardiles menjadi seorang polisi.
Source : Tribun Medan
- Toba Lake
- PARAPAT TOWN
- The Maimoon Palace
- Batak Karo, Extremes In Cuisine
- Batak Religion
- Karo Batak Wedding Ceremonies
- Perkawinan dalam Adat Batak
- The Karo Batak
- Batak Religion and Expressive Culture
Terima kasih sudah menyempatkan diri mengunjungi halaman ini.
Situs web ini bersifat non komersial, karena itu tidak dirancang untuk memperoleh keuntungan materi. Akan tetapi besarnya biaya bulanan untuk membuat situs ini tetap eksis merupakan kesulitan utama dalam mempertahankan dan meningkatkan situs ini.
Jika Anda menyukai situs web ini, Anda bisa membantu untuk membuatnya lebih baik. Untuk pengembangan website ini kami membutuhkan sumbangan anda, klik logo DONATE dibawah ini:
Kiriman sekecil apa pun akan sangat berharga bagi masa depan situs ini selanjutnya. Terima kasih sebelumnya atas dukungan Anda.
Situs web ini bersifat non komersial, karena itu tidak dirancang untuk memperoleh keuntungan materi. Akan tetapi besarnya biaya bulanan untuk membuat situs ini tetap eksis merupakan kesulitan utama dalam mempertahankan dan meningkatkan situs ini.
Jika Anda menyukai situs web ini, Anda bisa membantu untuk membuatnya lebih baik. Untuk pengembangan website ini kami membutuhkan sumbangan anda, klik logo DONATE dibawah ini:
Kiriman sekecil apa pun akan sangat berharga bagi masa depan situs ini selanjutnya. Terima kasih sebelumnya atas dukungan Anda.




















Tuliskan komentar kamu dibawah ini.
Post a Comment