Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Custom Search

Pasca pemekaran Kabupaten Samosir, Samosir Kini Miliki 128 Desa

Pasca pemekaran Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, sekarang kabupaten itu memiliki 128 desa dan enam kelurahan dari sebelumnya hanya 111 desa dalam pulau yang terletak di tengah danau Toba tersebut.

“Sebanyak 17 desa dimekarkan pada enam Kecamatan, telah dilakukan sejak awal bulan lalu,” ujar Kabag Humas Pemkab Samosir, Gomgom Naibaho di Pangururan, Selasa.

Ia mengatakan, pemekaran di Kecamatan Simanindo, Sianjur Mula-mula, Nainggolan, Palipi dan Kecamatan Harian tersebut merupakan tindak lanjut terbitnya perda Nomor 2 tahun 2011 dan Keputusan Bupati Samosir Nomor 172 Tahun 2011.

Menurutnya, pemekaran desa dilakukan sebagai upaya pemerintah untuk memberikan pelayanan yang lebih dekat kepada masyarakat dalam mengurus sesuatu yang berhubungan dengan pemerintah melalui tiga hal, yakni, efektif, cepat dan efisien.




Kabupaten Samosir, lanjutnya, memiliki motto “satahi saoloan” yang berarti, masyarakat harus dapat berfikir sesuatu hal membangun dengan menyatukan hati dan tekad yang perlu ditanamkan dalam diri warga setempat, guna mempercepat laju pembangunan.

Saat meresmikan 17 desa yang dimekarkan, Bupati Samosir, Mangindar Simbolon didampingi Ketua DPRD Samosir dan Wakil Bupati meminta masyarakat memilih pemimpin yang benar-benar bisa memimpin dan dapat membawa perubahan dalam kemajuan pembangunan,
Dikatakannya, dalam pelaksanaan pemilihan kepala desa defenitif di wilayahnya, jangan terpengaruh indikasi-indikasi lain, tapi hendaknya memilih sesuai dengan kemampuan yang bersangkutan dalam memimpin.

Dengan demikian, lanjutnya, akan terpilih kepala desa yang bisa jadi pelayan masyarakat serta menguasai tugas dan tanggung jawabnya.

Mangindar menjelaskan, setidaknya ada tiga tugas utama bagi penjabat Kepala Desa yang baru, yakni memfasilitasi pemilihan kepala desa definitif, membenahi administrasi desa dan melakukan pembinaan bagi masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Asisten Pemerintahan Pemkab Samosir Ombang Siboro menambahkan, pemekaran desa di enam kecamatan tersebut merupakan usul dari masyarakat.

Dalam pengajuan usul tersebut, lanjutnya, telah dilakukan proses pengkajian dan penelitian serta penilaian secara berjenjang dan bertahap melalui tim verifikasi internal eksekutif.

“Sejumlah instansi terkait dilibatkan dalam tim observasi, yang merupakan gabungan eksekutif dan legislatif, untuk memastikan kelayakan fisik topografi, geografi dan kondisi sosial ekonomi masyarakat desa yang akan dimekarkan,” kata Ombang.

ANTARA Sumut



Selengkapnya...

Sebanyak 12 Guru Berprestasi Sumatera Utara Diundang ke Istana

Sebanyak 12 orang guru dan pengawas sekolah berprestasi di Sumatera Utara diundang ke Istana Negara untuk menghadiri upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara Bahauddin Manik di Medan, Selasa, mengatakan, ke-12 guru dan pengawas tersebut sebelumnya telah menjalani berbagai seleksi mulai dari tingkat kecamatan, kabupatan hingga tingkat provinsi.

Beberapa kriteria penilaian yang dijalani para guru tersebut di antaranya adalah di bidang kepribadian, wawasan, pedagogik, metodologi dan penguasaan teknologi informasi.

“Mereka akan ‘dilaga’ untuk memperoleh predikat guru dan pengawas sekolah berprestasi tingkat nasional dengan guru-guru dari provinsi lainnya. Namun sebelumnya mereka semuanya diundang untuk menghadiri upacara peringkatan proklamasi di istana negara,” katanya.




Ke-12 guru dan pengawas sekolah tersebut yakni Isnaini Yusra Noor Agustin guru TK Negeri Pembina Tebing Tinggi, Salmon Tambunan guru SD SW RK No 2 Sibolga, Jamal Husein Harahap guru SMP Negeri 36 Medan.

Kemudian Siti Zulfah guru SMA Negeri 3 Medan, RR Herliana Christinawati guru SLB-E Negeri Pembina Medan, Siti Aisyah guru TK Kencana Mekar Bah Butong Simalungun, Paujia Rosmini guru SD Negeri 064036 Medan, Akhiruddin Tanjung guru SMP Negeri 2 Deli Tua Deli Serdang, Darazad Daulay guru SMA Negrei I Angkola Selatan Tapanuli Selatan.

Kemudian pengawas sekolah berprestasi yakni Siswanto dari Dinas Pendidikan Langkat, Syafaruddin dari Dinas Pendidikan Kota Medan dan Kasriana br Barus dari Dinas Pendidikan Karo.

“Kita berharap para guru dan pengawas sekolah tersebut dapat memperoleh predikat terbaik nasional. Hal itu tentunya tidak terlepas dari kemampuan para guru itu sendiri melewati serangkaian tes yang dilakukna panitia pusat,” katanya.

ANTARA Sumut



Selengkapnya...

Lomba Gondang Naposo Meriahkan Horas Samosir Fiesta III Tahun 2011.

Perlombaan Gondang Naposo di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, bertujuan memeriahkan penyelenggaraan Horas Samosir Fiesta III Tahun 2011.

“Gondang Naposo (Tarian anak muda diiringi kendang, red.) merupakan ajang menggali dan mengangkat seni budaya dalam suatu konsep yang baik dan tepat,” kata Kepala Dinas Pariwisata, Seni, dan Budaya Kabupaten Samosir, Theodora Sihotang, di Pangururan, Selasa.

Ia menjelaskan, kegiatan itu juga bermanfaat menggali dan mengangkat legenda, serta seni budaya setempat yang menjadi salah satu modal penting untuk promosi wisata di kawasan tersebut.
Sebab, katanya, even tersebut dapat mempromosikan pariwisata melalui pembinaan generasi muda.

Mereka, katanya, dapat mengembangkan wawasan dan melatih kecakapan berbagai unsur seni, sekaligus meningkatkan program pemasaran lewat tampilan lomba seni budaya.




Ia mengatakan, perlombaan tersebut diikuti peserta berasal dari Kecamatan Harian, Sianjur Mulamula, dan Sitiotio yang dikategorikan dalam wilayah III dirangkaikan dengan kegiatan Horas Samosir Fiesta III Tahun 2011.

Lomba tersebut diikuti sembilan grup dengan masing-masing personel sebanyak 26 orang, berasal dari kelompok Karang Taruna tiga kecamatan itu.

Ia mengatakan, dewan juri dipilih dari pelaku seni budaya di wilayah setempat yakni O. Naibaho, Marlina Simbolon, dan Zico Harianja.

Ia mengharapkan, melalui Gondang Naposo anak-anak remaja dan anggota Karang Taruna bisa semakin terampil dalam mengembangkan berbagai unsur seni budaya yang memiliki rasa cinta dan bangga terhadap kekayaan nilai seni budaya Batak.

Bupati Samosir, Mangindar Simbolon, menyebutkan, sebagai orang Batak harus bangga terhadap warisan seni budaya.

Masyarakat, katanya, harus melestarikan dan mengembangkan tradisi seni budayanya.

“Suku Batak memiliki unsur seni budaya, aksara, bahasa, dan tatanan hukum adat sehingga layak disebut sebagai ‘Bangso Batak’,” katanya.

Ia mengatakan, Horas Samosir Fiesta sangat mendukung pencapaian visi Kabupaten Samosir sebagai daerah tujuan wisata lingkungan yang inovatif pada 2015 melalui merevitalisasi seni budaya Batak.

Pada masa mendatang, katanya, Samosir dapat menjadi acuan seni budaya Batak.

Ia mengatakan, zaman dulu, Gondang Naposo identik dengan sarana komunikasi, media mencari jodoh pemuda dengan pemudi Batak.

Saat ini, katanya, di samping sebagai ajang komunikasi, keberadaan Gondang Naposo juga ajang pelestarian dan menggali seni budaya Batak untuk diteruskan kepada generasi muda.

Kegiatan tersebut dibagi dalam tiga wilayah dengan maksud agar dapat dinikmati seluruh masyarakat secara menarik.

“Kita juga menyadari bahwa seni budaya ‘tari tortor’ bukanlah hanya sebagai warisan budaya, tapi sudah menjadi salah satu aktivitas bagi masyarakat Batak yang tidak terlepas dari kegiatan adat dalam kehidupan sehari-hari,” kata Mangindar.

ANTARA Sumut



Selengkapnya...

Custom Search

MYCULTURED © 2008 Template by Dicas Blogger.

TOPO